Fungsi utama dari sebuah sistem DNS adalah menerjemahkan nama-nama host (hostnames) menjadi nomor IP (IP address) ataupun sebaliknya, sehingga nama tersebut mudah diingat oleh pengguna internet. Fungsi lainnya adalah untuk memberikan suatu informasi tentang suatu host ke seluruh jaringan internet.

Sebelum membangun DNS server, yang dilakukan terlebih dahulu adalah menginstall paket bind. Kemudian konfigurasi dapat dilakukan.
1. Agar saat installasi tidak perlu update secara otomatis, maka repositories perlu dimatikan dengan perintah:
# zipper mr –disable –-remote
2. Menginstal bind dengan perintah:
# yast –i bind
3. Setelah melakukan installasi, selanjutnya mengedit file named.conf
# vi /etc/named.conf
a. Menonaktifkan script directory “/var/lib/named”; dan mengisi forwarders
b. Menentukan zona forward dan reverse, mematikan script include
c. Menyimpan seelah dikonfigurasi
d. Mengisi zona forward pada /var/lib/named/master/
# vi arie.zone
e. Mengisi zona reverse pada /var/lib/named/master/
# vi 202.110.102.zone
4. Merestart bind yang telah dikonfigurasi
# rcnamed restart
5. Melakukan pengecekan dengan perintah nslookup pada domain yang telah dibuat tadi
6. Jika telah nampak seperti gambar diatas, maka DNS telah dibuat.
7. Setting Network Adapter pada client
8. Cek nslookup pada client